Kehidupan Dunia
Allah
telah memberi kelebihan yang sempurna atas manusia dibandingkan dengan
kebanyakan makhluk lainnya. Dengan akalnya manusia meniru semut, yang
diterjemahkan sesuai logikanya ke dalam ikhwal bekerja tanpa mengenal
waktu atau tingkah laku menimbun harta benda. Waktu tersita untuk urusan
dunia saja. Saat melihat sukses dunia manusia lebih suka melihat ke
atas, sehingga selalu merasa kurang, ujung-ujungnya semakin jauh dari
bersyukur.
Islam telah mengajarkan untuk membuat keseimbangan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Kaitan antara keseimbangan urusan duniawi dan ukhrawi, diriwayatkan oleh Ibnu Askar bahwa Nabi SAW bersabda : “Kerjakanlah urusan duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan beramallah (Beribadah) untuk akhiratmu sekan-akan kamu akan mati besok” (HR Ibnu Askar).